Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Harian Katolik Minggu 18 Juli 2021

Renungan Harian Katolik Minggu 18 Juli 2021, Pekan Biasa XVI, Bacaan Pertama: Yeremia 23:1-6, Mazmur Tanggapan: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5b, Bacaan Kedua: Efesus: 2:13-18, Bait Pengantar Injil: Yohanes 10:27, Bacaan Injil: Markus 6:30-34

Minggu 18 Juli 2021, Renungan Katolik Hari ini, Bacaan Injil Hari ini, Injil Hari ini, Renungan Pagi Katolik, Renungan Harian Katolik Hari ini, Renungan Hari ini Katolik, Bacaan Harian Katolik, Bacaan Katolik Hari ini, Bacaan Injil Hari ini Katolik, Injil Katolik Hari ini

Bacaan dan Renungan Harian Katolik Minggu 18 Juli 2021

Bacaan Pertama: Yeremia 23:1-6

Beginilah firman Tuhan, "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku, "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai; kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalas kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman Tuhan. Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka; mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman Tuhan. Sungguh, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah nama yang diberikan orang kepadanya: Tuhan keadilan Kita.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5b

Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.

  • Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
  • Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
  • Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
  • Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

Bacaan Kedua: Efesus: 2:13-18

Saudara-saudara, di dalam Kristus Yesus kamu yang dahulu 'jauh' sekarang sudah menjadi 'dekat' oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan permusuhan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang 'jauh' dan kepada mereka yang 'dekat'. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh.

Bait Pengantar Injil: Yohanes 10:27

Ref. Alleluya, allleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.

Bacaan Injil: Markus 6:30-34

Sekali peristiwa Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan perutusannya, mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!" Sebab memang begitu banyaknya orang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus dan murid-murid-Nya. Ketika mendarat, dan melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Renungan Harian Katolik Minggu 18 Juli 2021

Hari ini para murid berkumpul di sekitar Yesus dan menyampaikan khotbah dan pengajaran yang telah mereka lakukan pada hari-hari yang lalu. Mereka semua bersemangat dan senang. Namun, mereka juga lelah dan lapar dan mereka telah dikelilingi oleh orang-orang selama berhari-hari. Yesus menyarankan agar mereka pergi dari kerumunan orang untuk sementara waktu.

Mereka semua naik ke perahu dan Yesus membawa mereka ke tempat yang sepi. Di sini mereka akan memiliki kedamaian, ketenangan dan istirahat. Itu juga akan memberi mereka waktu untuk berbicara dengan Yesus tentang pengalaman mereka.

Namun, orang-orang melihat mereka pergi dan mereka bergegas mengejar mereka ke tempat yang Yesus tuju.

Yesus dan murid-muridnya pasti terkejut ketika mereka melihat orang-orang menunggu Yesus. Namun, Markus menulis bahwa Yesus dipenuhi dengan belas kasihan dan kepedulian terhadap orang-orang. Yesus mengakui bahwa orang-orang itu adalah ”domba tanpa gembala”. Mereka lapar dan rindu mendengar Yesus mengajar dan berkhotbah. Mereka membutuhkan “makanan” rohani yang hanya diberikan oleh Yesus kepada mereka. Dan Yesus mengenali kebutuhan dan kerinduan mereka yang dalam. Dia menyadari bahwa mereka benar-benar "domba" tanpa ada yang merawat mereka. Jadi Yesus duduk dan mulai mengajar mereka.

Kadang-kadang, kita juga seperti ”domba tanpa gembala”. Pada saat-saat ini, mungkin berguna untuk bertanya pada diri sendiri: untuk apa saya lapar? Apa yang saya dambakan? Apakah kita mengenali rasa lapar dan haus ini pada orang lain? Atau apakah kita tetap fokus terutama pada diri kita sendiri?

Kita dipanggil untuk menjadi seperti Yesus! Kita dipanggil untuk memelihara orang-orang dalam hidup kita, terutama yang terhilang, terlupakan atau tersembunyi. Berhentilah sejenak dan tanyakan pada diri Anda: siapa yang akan menghargai waktu Anda hanya 5-10 menit hari ini? Tidak harus percakapan yang intens. Sering kali merupakan hadiah besar hanya untuk benar-benar memperhatikan orang lain. Siapa tahu: orang lain mungkin memperhatikan Anda atau saya hari ini!

Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Renungan Harian Katolik, Renungan Katolik, Renungan Katolik Hari ini, Bacaan Injil Hari ini, Injil Hari ini, Renungan Pagi Katolik, Renungan Harian Katolik Hari ini, Renungan Hari ini Katolik, Bacaan Harian Katolik, Bacaan Liturgi Hari ini, Bacaan Katolik Hari ini, Bacaan Injil Hari ini Katolik, Injil Katolik Hari ini, Bacaan Hari ini Katolik, Mazmur Tanggapan, Bait Pengantar Injil, Doa Katolik.