Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bacaan Liturgi dan Renungan Harian Katolik Jumat 29 April 2022

Renungan Harian Katolik Jumat 29 April 2022 Peringatan Wajib St. Katarina dr Siena Warna Liturgi Putih.

Renungan Katolik Jumat 29 April 2022

Bacaan Pertama: Kis 5:34-42

Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1.4.13-14

Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b

Bacaan Injil: Yoh 6:1-15

Renungan Harian Katolik Jumat 29 April 2022

Renungan Harian Katolik Jumat 29 April 2022

Berikut ini Bacaan dan Renungan Harian Katolik Jumat 29 April 2022, Lengkap Bacaan Pertama, Mazmur Tanggapan, Bait Pengantar Injil serta Bacaan Injil.

Bacaan Pertama: Kis 5:34-42

Para rasul bergembira karena mereka dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus.

Pada waktu itu para rasul sedang diperiksa oleh Mahkamah Agama Yahudi. Maka seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta supaya para rasul itu disuruh keluar sebentar.

Sesudah itu ia berkata kepada sidang, "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Sebab dahulu telah muncul Si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa, dan ia mempunyai kira-kira empat ratus pengikut; tetapi ia dibunuh, lalu cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.

Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah Si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini.

Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap; tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah."

Nasihat itu diterima. Sesudah itu para rasul dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus.

Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah umat dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1.4.13-14

Ref. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, diam di rumah Tuhan seumur hidupku.

  • Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
  • Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
  • Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b

Ref. Alleluya, alleluya.

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Bacaan Injil: Yoh 6:1-15

Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak yang duduk di situ, sebanyak mereka kehendaki.

Pada waktu itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat-mukjizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.

Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Ketika itu Paska, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya, dan melihat bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus, "Di manakah kita akan membeli roti, sehingga mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya.

Jawab Filipus kepada-Nya, "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!" Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya, "Di sini ada seorang anak, yang membawa lima roti jelai dan mempunyai dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

Kata Yesus, "Suruhlah orang-orang itu duduk!" Ada pun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.

Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya, "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih, supaya tidak ada yang terbuang." Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.

Ketika orang-orang itu melihat mukjizat yang telah diadakan Yesus, mereka berkata, "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia!" Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk dijadikan raja, Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Jumat 29 April 2022

Renungan Harian Katolik Hari ini Jumat 29 April 2022 Kegiatan makan minum secara sekilas hanya seperti kegiatan biasa yang tidak banyak arti. Makan dan minum hanya seperti sambil lalu, bahkan orang sering kali menganggap enteng ‘ritual’ makan minum.

Tidak jarang orang makan sesuatu tanpa sadar, yang penting perut kenyang terisisi. Makan minum bagi kebanyakan orang adalah melulu persoalan fisik, perut kenyang perkara menjadi beres.

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan dasar biologis manusia. Manusia yang normal pada umumnya memerlukan makan minum yang cukup untuk menjadikan tubuhnya sehat dan aktivitasnya berjalan normal.

Mereka yang tidak teratur dalam hal ini, kita bisa melihatnya pasti ada dampak-dampak tertentu yang berpengaruh dalam kehidupannya. Sering kali kita mengganggap makan dan minum itu sebagai keinginan, kalau saya lapar barulah saya makan.

Sebenarnya kalau kita lihat lebih dalam, makan dan minum merupakan sebuah kewajiban moral, bukan sekedar keinginan. Menjaga tubuh agar tetap sehat dan mendapat suplay makanan ada kewajiban setiap orang.

Memelihara kehidupan adalah panggilan setiap orang. Mereka yang mengabaikan makan dan minum berarti tidak memelihara kehidupan dengan semestinya. Dengan demikian, mereka mengabaikan panggilan untuk memelihara kehidupan.

Hari ini Yesus memberi makan pada banyak orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Memikirkan bagaimana memberi makan banyak orang hampir saja seperti hendak memecah belas posisi para murid.

Menghadapi situasi yang demikian, di satu sisi Yesus mengajari murid untuk peduli pada sesama, disisi lain mereka tidak mempunyai makanan yang cukup, Yesus mengajak para murid untuk rela berbagi seberapapun yang ia miliki. Lima roti tidak begitu berarti bagi lima ribu orang, namun lima roti yang dimiliki seribu orang bisa sangat berarti untuk lima ribu orang.

Atas lima roti dan dua ikan itu, Yesus mengambilnya, mengucap syukur, dan akhirnya membagikannya kepada banyak orang. Hasilnya adalah orang banyak menjadi kenyang dan masih ada kelimpahan makanan yang bisa dikumpulkan kembali.

Orang banyak menjadi kenyang, tetapi itu makanan yang sementara. Kita memerlukan makanan yang abadi, yang mengenyangkan sepanjang masa. Kita perlu makanan yang tidak hanya membuat fisik kita nyaman, namun kita juga perlu makanan yang membuat jiwa kita damai dan tenang.

Yesus menyediakan santapan ilahi, santapan yang tidak membuat orang lapar lagi. Santapan ilahi memberikan janji keselamatan kekal bagi mereka yang percaya dan menyantapnya. Yesus menyediakan tubuh-Nya sendiri menjadi santapan bagi jiwa kita.

Ia merelakan tubuh-Nya dipecah-pecah dan dibagikan kepada banyak orang. Apa yang dibutuhkan dari kita? Percaya pada—Nya dan menyantap makanan jiwa itu dengan penuh syukur.

Setiap hari kita bisa menyantap makanan ilahi dalam Ekaristi. Santapan itu akan berdaya guna jika kita mampu memeliharanya dalam hidup kita setiap saat. Jika apa yang kita makan adalah identitas kita, maka jika kita makan Ekaristi setiap hari, hidup kita menjadi semakin ekaristis, yakni mampu mengambil hidup, mengucap syukur atasnya, dan membagikannya kepada setiap orang.

Semoga makanan dan minum yang kita santap tidak sebatas makanan minuman jasmani. Jiwa kita perlu mendapat santapan rohani, bukan persoalan senang atau tidak, tetapi kita mempunyai kewajiban untuk menyuplai gizi untuk jiwa kita. Yesus menjanjikan makanan rohani yang memberi jaminan keselamatan kekal. Mari datang kepada-Nya dan menyantap jamuan ilahi-Nya.

Doa Renungan Harian Katolik

Allah Bapa yang perkasa, Engkau menghendaki Putra-Mu menderita di salib untuk mengenyahkan kuasa musuh dari kami. Semoga abdi-abdi-Mu, kelak memperoleh rahmat kebangkitan.

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Terimakasih sudah membaca Renungan Harian Katolik Jumat 29 April 2022.